This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Sunday, December 12, 2021

Reses HES Bangkitkan Antusias Warga Minta Perbaiki Infrastruktur

 

KARAWANG-Anggota DPRD Kabupaten Karawang  dari fraksi Gerindra, yang juga sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang H.Endang Sodikin (HES) menggelar Reses di masa Sidang III Tahun 2021, Rabu Rabu (8/12/2021).

 

Reses kali ini diilaksanakan di rumah RW 15, Ibu Lilis Andrayani Dusun Rawabagi Desa Tegalsawah, Kecamatan Karawang Timur. Gelaran reses disambut antusias positif oleh warga, walau pun undangan dibatasi, dengan alasan masih suasana covid,  namun yang hadir cukup antusias hingga yang datang hadir sekitar lebih 66 orang dari berbagai elemen aparat pemeirintah kelurahan, para pembina kelurahan, perwakilan tokoh masyarakat, dan warga masyarakat umumnya.

 


“Reses kali ini, masih memfokuskan kepada jaring aspirasi masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah kita, rutilahu.” Tegasnya.

 

Kang HES juga mengajak, warga harus menjaga kesehatannya dan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tanggap terhadap bahaya dan cuaca ektrem yang mungkin terjadi bulan desember tahun ini, waspada terhadap angin kencang, puting beliung di musim penghujan terutama banjir.

 

Dalam reses ini, HES banyak mendapatkan aduan dan keluhan langsung dari warga, dimana tiga komplek perumahan di wililayahnya tersebut, yaitu: Perumahan Pesona Parahiangan, Palumbonsari, dan Buana Asri, tidak memiliki tempat pembuangan air, sehingga bila terjadi hujan, air tidak bisa langsung surut, air akan tergenang beberapa lama di perumahan tersebut.

 

Soal lainnya, tempat pemakaman umum (TPU) agar sebagian tanahnya dijadikan jalan publik, masalah pengurusan BPJS, surat rujukan Puskesmas lambat, soal rutilahu, dan soal-soal krusial lainnya.

 

Menurut HES, dengan alasan logisnya, dalam mencarikan solusi atas masalah dan problem yang terjadi ini bisa di kordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

 

“Untuk Perumahan Pesona Parahiangan, Palumbonsari, dan Buana Asri, Kita akan mengundang pihak-pihak terkait untuk hearing dan atau bermusyarah di ruangan dewan, agar semua saling memahami dan bisa terjawab dengan mudah.” tegasnya (ubes nur Islam).

Baca juga

H. Endang Sodikin Pro Aktif Jaring Aspirasi Warga

 

KARAWANG-Anggota DPRD Kabupaten Karawang sekaligus Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang H.Endang Sodikin (HES) menggelar Reses di masa Sidang III Tahun 2021, Rabu Rabu (8/12/2021).

 

Reses kali ini diilaksanakan di kantor RW 07 Dusun Kedung Salam Kelurahan Palawad Kecamatan Karawang Timur, yang dihadiri sekitar lebih 60 orang dari berbagai elemen aparat pemeirintah kelurahan, para pembina kelurahan dan perwakilan tokoh masyarakat, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Gelaran disambut baik oleh warga.

 


Secara tegas ia mengatakan, dalam reses kali ini dirinya memfokuskan kepada jaring aspirasi masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah pemilihannya, mulai soal jalan lingkungan, pemagaran sekolah, penerangan listrik, tempat pemakaman umum (TPU) dan sampai soal rutilahu.

“Reses kali ini sebagai jaring aspirasi masyarakat dan memfokuskan kepada ketersediaan infrastruktur di wilayah kita,” kata HES.

 

Dalam kesempatan itu juga, HES mengajak warga harus menjaga kesehatannya, apalagi saat ini masih dalam suasana covid, bagi masyarakat yang belum divaksin hendaknya segera divaksin, dengan bertujuan agar masyarakat terbentuk menjadi masyarakat yang Hard Immunity, kekebalan kelompok.

 

Selain itu Kang HES mengingatkan masyarakat agar tanggap terhadap bahaya cuaca ektrem yang mungkin terjadi bulan desember tahun ini, waspada terhadap angin kencang, puting beliung di musim penghujan terutama banjir.

 

“Masyarakat harus mengantisipasi banjir masyarakat harus tetap waspada ketika curah hujan naik sampai di bulan Maret 2022, karena menurut BMKG perlu diwaspadai,” pesan HES.

 

Selain itu Kang HES mengingatkan pihak aparat kelurahan agar tanggap terhadap pencatatan perubahan warga, yakni pentingnya pemasukan validitas update data situasi perubahan warga.

“Dikhawatir ada warga yang tidak tercatat sebagai pihak-pihak yang memang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah”, tegasnya. 

 

Menurutnya ada sejumlah data kuota yang kosong, sekitar 33.000 kuota dipersiapkan oleh provinsi di Jawa Barat untuk warga penerima manfaat.

 

“Kabupaten Karawang belum melakukan verifikasi validasi data, jadi belum bisa mengambil kouta yang disediakan profinsi Jabar. Makanya, kepada aparat setempat untuk secepatnya melakukan verifikasi validasi data untuk disetorkan ke kabupaten,” tegasnya.

 

Dalam reses ini HES, banyak mendapatkan aduan dan keluhan langsung dari masyarakat, baik soal jalan lingkungan, pemagaran sekolah, penerangan listrik, tempat pemakaman umum (TPU) dan sampai soal rutilahu.

Di akhir Reses Kang HES menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat bukan hanya infrastruktur saja tetapi lebih menekankan kepada pemberdayaan ekonomi dan sosial.

 

“Kesejahteraan masyarakat termasuk sosialisi tentang BPJS Kesehatan yang tentunya masyarakat juga harus diedukasi jangan sampai ketika masuk rumah sakit baru merubah persyaratan KTP dan KK, terus masyarakat diingatkan pada anggota masayarakat yang baru menikah, apalagi yang sudah hamil ingatkan kepada suaminya oleh PSM agar segara melakukan perubahan data elemen pada KTP dan KK. (ubes nur Islam)

Sri Rahayu Agustina sambut Pengurus baru DPD Himpunan Wanita Karya untuk wilayah Dapil IV Jawa Barat

 

Lazuardi News, - Sri Rahayu  Agustina, Anggota DPRD Profinsi Partai Golakar giat mengahadiri kegiatan acara pelantikan pengurus baru DPD Himpunan Wanita Karya untuk wilayah Dapil IV Jawa Barat, yang dikiuti oleh 4 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Karawang, Purwakarta, Depok, dan Subang. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di kantot DPD Golkar Kabupatenn Karawang (8/12)

 

Dalam acara tersebut Sri Rahayu diberi waktu untuk memberi sambutan dan mensuport  pengurus yang sudah dilantik. Dalam sambutannya dia mengungkapkan bahwa, eksistensi lembaga ini (Red. maksudnya Himpunan Wanita Karya) harus punya ciri khas, atau branding.

 

“Kita harus punya brand. Brand ini menjadi kekuatan dasar kita dalam menjual tampilan image ke publik.” Ungkapnya.



 

Lanjutnya, “Branding sangat dominan selalu memenangkan sebuah penjualan market popularitas. Potensi branding lebih utama dan unggul tinimbang poster-poster yang kita pajang dalam spanduk dan balegho yang kita pasang.” Tegas Sri Rahayu, sebagai senior di Partai Golkar Kabupaten Karawang,  yang akrab dipanggil dengan sebutan Bunda atau Ema Sri.

 

“Lebih dari itu,” ungkapnya lebih lanjut, “brand itu biayanya lebih murah daripada memasang atribut-atribut semacam sepanduk tersebut. Coba saja, kita kalkulasi, kita belanja bikin spanduk, bayar bea alat pemasangan, dan juga bayar bea ongkos pasangnya. Jadi bea  pemasangan atribut spanduk lebih mahal. Berbeda dengan branch, ia lebih murah dan praktis.” Tegasnya.

 

“Untuk mengusai pasar image popularitas, gunakan brand. Oleh karena itu, para pengurus Himpunan Wanita Karya harus melakukan kegiatan dan program yang menjadi ciri khas organisasi ini.” Tandasnya (Ubes nur Islam)

Nana Suryana, SH, : Wakli Ketua DPRD Karawang Temukan Para Petani Kopi Yang Terisolir Dari Pantauan Pejabat

 

Lazuardi News,- Siapa yang tak kenal Mekarbuana, salah satu nama desa yang terletak di bagian Kecamatan Tegalwaru, adalah wilayah dataran tinggi pegunungan yang berada di wilayah Karawang. Letaknnya, secara geografis sekitar lebih kurang 30-40 KM dari Pusat kota Karawang.

 

Di lokasi ini ternyata menyimpan banyak sumber daya alam strategis, berupa biji emas hitam yang  sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, yaitu biji-biji kopi hasil karya buah tangan para petani kopi di wilayah Tegalwaru, yang menurut para penggemarnya, kopi tersebut berkualitas sangat tinggi.


Nana Suryana, SH Wakli Ketua DPRD Karawang Fraksi Golkar

 

Menurut, Wakli Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Karawang dari Fraksi Golkar, Nana Suryana, SH, sepulang dari menyelesaikan program resesnya di desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru pada beberapa hari yang lalu.

 

Ia  mengungkapkan bahwa, di daerah ini terdapat sekitar lebih kurang 500 warga yang berprofesi sebagai petani kopi. Dengan jumlah lokasi area tanam sebanyak lebih kurang 300 Hektar. Namun keberadaan mereka belum terbina dan belum terkelola dengan baik, terutama pendistribusian atau pemasaran hasil pasca panen mereka.

 

“Lokasi warga kelompok tani ini sangat jauh dari pusat kota, bisa dibilang, mereka masih terisolir dari dari pantauan pemerintah, sehingga mereka perlu perhatian khusus dan pembenahan dari berbagai segi terutama soal penanganan pasca panen tanaman kopinya.” Ungkapnya, yang akrab dipanggil Kang  Surya atau Kang Nana, saat diwawancarai awak media Link Bisnis di kantornya (8/12).

 

“Oleh karena itu,” tegasnya, “dari hasil reses ini, saya menyimpulkan akan melakukan suatu program khusus bagi kelompok tersebut, sebagai  solusi tepat guna, yaitu mengusulkan kepada pemerintah untuk menurunkan paket mesin alat produksi pemocel biji-biji kopi, yang difokuskan pengeleloannya kepada BUMDES setempat.”

 

“Jadi hasil panen dari para petani di wilayah tersebut langsung dijual ke BUMDES, kemudian BUMDES memproduksi, mengolah dan mendistribusikan hasil  produksinya ke pasar luas, agar sirkulasi usaha dan kegiatan ekonomi rakyat tersebut, khususnya pertanian kopi bisa berjalan baik dan lancar.” Tandasnya. (Ubes Nur Islam)