This is default featured slide 1 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
This is default featured slide 2 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
This is default featured slide 3 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
This is default featured slide 4 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
This is default featured slide 5 title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.
Tuesday, May 2, 2017
Hari May Day di Jakarta Rusuh, Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok-Djarot
LSM Lodaya Jabar Banten Siap Bakar Gedung Kejari Karawang, Bila Kasus Korupsi PDAM Stagnan
Monday, April 10, 2017
KHUTBAH RASULULLAH SAW PADA SAAT TERJADI GERHANA
Penertiban Praktik Usaha Tambang di Karawang Masih Perlu Perhatian Serius
Pilkades dengan PAW di Karawang
Friday, April 7, 2017
SEJARAH KARAWANG TEMPO DOELOE
TAHUKAN ANDA BAGAIMANA PROSES DIMAS KANJENG MENDATANGKAN HARTA?
"Pengadaan itu proses mengambil uang dari sebuah alam untuk kemudian dimasukkan ke alam kita," kata Robi kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam.
Ia menceritakan, Dimas Kanjeng pernah mendatangkan tanah yang di bawahnya terkandung sejumlah harta.
"Tanah itu diambil kemudian ditaruh di dalam ember dan ditutup dengan sajadah lalu disemprot dengan minyak dan didoakan," paparnya.
Kemudian, lanjut Robi, ember dibuka dan tanah tersebut dituangkan ke lantai, yang mengeluarkan berbagai macam benda seperti tasbih dan gelang.
"Keluar macam-macam, seperti tasbih untuk umur panjang. Ada juga gelang yang sudah kuno sekali," ungkapnya.
"Kami percaya semua. Sangat percaya 1.000 persen karena memang begitu kejadiannya. Ada ribuan saksi-saksi hidup yang melihat," imbuhnya. (Dilansir dari ANTARA News)
KISAH SULITNYA PENCARIAN KORBAN LONGSOR PONOROGO
Tingginya bervariasi, ada yang 10 meter, 20 meter hingga 30 meter. Terutama di sektor A yang berada paling dekat dengan lokasi titik awal bencana. Sedangkan luasnya mencapai hampir 15 hektare.
Sejak hari pertama pencarian tepat usai peristiwa terjadi, tiga orang dalam keadaan meninggal dunia ditemukan, masing-masing adalah Katemi, Iwan dan Sunadi.
Katemi dan cucunya Iwan ditemukan pada Minggu (2/4), sedangkan Sunadi ditemukan keesokan harinya. Ketiganya ditemukan di posisi sektor C yang menjadi titik paling jauh dari titik awal.
Selanjutnya, hingga enam hari sejak kejadian atau Kamis (6/4), belum ditemukan satupun korban jiwa lainnya. Tingginya timbunan tanah menjadi satu kendala, ditambah cuaca yang tidak menentu dan kerap hujan.
"Untuk peralatan mungkin tidak kendala, kecuali cuaca. Ada sembilan eskavator di lokasi dan semuanya bekerja maksimal," ucap Catur yang juga Komandan Rayon Militer Kecamatan Kota, Ponorogo.
Kondisi tanah di lokasi juga masih labil dan rawan sekali terjadi longsor susulan. Meski dalam skala kecil, namun timbunan tentu akan membuat petugas dan relawan yang berada di bawah khawatir.
"Perasaan khawatir pasti ada mas. Apalagi petugas di alat berat yang berada di tepi-tepi timbunan. Kalau salah bergerak bisa berakibat fatal," tutur salah seorang relawan yang enggan disebutkan namanya.
Ia juga sempat beranalisa, salah satu kendala sulitnya menemukan jenazah adalah posisi korban saat sebelum kejadian yang berpencar, termasuk saat lari menyelamatkan diri.
"Peristiwanya terjadi saat warga beraktivitas, berbeda jika malam hari yang mana warga berada jadi satu di rumah, persis dengan bencana di Jombang dulu," ujarnya.
Upaya lain untuk menemukan korban yakni dengan mendatangkan tujuh anjing pelacak dari Mabes Polri dan Polda Jawa Timur.
"Anjing pelacak yang diturunkan itu sangat membantu dalam proses pencarian korban longsor," kata Direktur Sabhara Polda Jatim Kombes Pol Achmad Rudi Mulyanto.
Jika anjing pelacak mencium bau manusia di dalam timbunan tanah maka segera diberi titik untuk selanjutnya dicari menggunakan alat berat.
Meski satwa yang diturunkan di lokasi ini pernah berhasil menemukan bangkai manusia di musibah Aceh, kata dia, proses terkendala timbunan longsor yang sangat dalam.
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengakui upaya pencarian korban hilang tertimbun longsor sulit karena faktor ketebalan material tanah serta luasan area terdampak yang menimbun 32 rumah.
Orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu tak mau sikap realistisnya tersebut diterjemahkan sebagai pesimistis.
"Bukan pesimistis ya, tapi bagaimanapun kami harus jujur juga bahwa ketiggian di Zona A lokasi pencarian paling atas atau titik nol itu diperkirakan ada delapan rumah dengan ketebalan tanah mencapai 30 meter," ucapnya.
Kendati upaya pencarian akan terus dilakukan, Ipong menyatakan perkembangan bakal dievaluasi pada akhir masa pencarian yang ditetapkan selama tujuh hari, terhitung mulai Minggu (2/4) hingga Sabtu (8/4).
"Selain itu, kami juga akan melakukan koordinasi atau konseling dengan keluarga korban. Kalau mereka masih menginginkan untuk terus dicari dan hasil evaluasi memungkinkan, pencarian akan dilanjutkan hingga tujuh hari lagi," tukasnya.
Namun, apabila hingga akhir pencarian periode kedua korban belum diketemukan semuanya, pemerintah daerah akan merekomendasikan penghentian pencarian kepada BPBD dan tim SAR gabungan.
"Saya rasa kami akan mempertimbangkan itu jika hingga perpanjangan masa pencarian tetap tidak membuahkan hasil maksimal," imbuhnya. (Dilansir dari ANTARA News)
GUNUNG GEDE MULAI MENGELIAT, AKIBATNYA BANYAK WARGA YANG JADI KORBAN
Sebagian wilayah Dukuh Tangkil-pun hanya dalam hitungan detik lenyap dan berubah menjadi timbunan tanah gunung. sebanyak 30 lebih rumah tertimbun, dan 28 orang di antaranya dinyatakan hilang.
Sungai yang biasanya jernih dan menjadi salah satu wahana wisata air berubah menjadi air bah dengan membawa lumpur. Begitu juga jalan-jalan akses yang menghubungkan satu dukuh ke dukuh lainnya.
Jalanan di sana, selain sempit karena luasnya tidak lebih dari tiga meter dan memaksa mobil yang berpapasan harus berhenti satu terlebih dahulu, juga naik-turun.
Wajar memang karena di sana merupakan area pegunungan yang kanan dan kirinya lereng dan sawah. Jika belum berpengalaman berkendara di area seperti itu, disarankan tak melintas karena tanjakan maupun turunannya ada yang mencapai 30 derajat.
Sempitnya akses menjadi salah satu kendala susahnya memasukkan alat berat titik bencana. Hingga saat ini, sembilan eskavator dikerahkan dan dibantu peralatan manual lainnya seperti sekrop, cangkul dan lainnya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan anggota BPBD beberapa kabupaten/kota, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai organisasi setiap harinya berjibaku dengan timbunan tanah.
Setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB, ratusan (bahkan saat ini seribu lebih orang relawan), mulai bertugas dan baru selesai pada pukul 16.00 WIB.
"Setiap hari seperti itu, kemudian evaluasi hingga pukul 17.00 WIB. Tim bertugas bergantian saat istirahat. Tapi jika siang cuacanya hujan dan kondisinya tak memungkinkan maka dihentikan sementara," ujar Komandan Sektor C Kapten Inf Catur Margo. (Dilansir dari ANTARA News)
SHALAT GAIB UNTUK KORBAN LONGSOR WARGA BANARAN PONOROGO
Ritual istighatsah dan shalat gaib dilakukan di Masjid Jami Desa Banaran yang berlokasi sekitar satu kilometer dari titik akhir longsor yang menimbun 32 rumah warga di Dusun Tangkil dan sebagian Dusun Krajan.
"Melalui doa bersama ini, semoga korban yang masih hilang bisa segera ditemukan," kata pemuka agama Desa Banaran Jazali dikonfirmasi usai shalat gaib berjamaah.
Prosesi doa bersama dan shalat gaib berlangsung khusyuk. Sejumlah jamaah yang berstatus pengungsi serta warga keluarganya yang menjadi korban tampak menangis haru sambil terus berdoa mengikuti bacaan imam yang memimpin ritual keagamaan tersebut.
"Semoga juga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan," ujarnya.
Jazali menjelaskan, ritual shalat jamaah diputuskan untuk dilakukan dengan asumsi sebagian besar atau keseluruhan korban telah meninggal dunia.
"Kami shalatkan menurut agama Islam," katanya.
Jazali berdoa agar 28 warga yang menjadi korban tanah longsor meninggal dalam keadaan "husnul khotimah".
"Semoga mereka mendapat tempat yang baik serta diterima oleh Allah. Diterima amal baiknya dan diampuni dari segala dosa." ujarnya.
Aktivitas doa bersama rutin sebelumnya juga telah dilakukan siswa-siswi SD Negeri Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur setiap menjelang kegiatan belajar-mengajar untuk 12 siswa dan guru yang berduka karena kehilangan anggota keluarga yang masih hilang tertimbun longsor. (Dilansir dari ANTARA News)
Donald Trump Menghujat Assad: “Sudah Kelewat Batas Karena Senjata Kimia”
Trump menyebut serangan yang menewaskan paling sedikit 70 orang yang kebanyakan anak-anak itu "telah melanggar banyak sekali batasan". Kalimat ini juga sindiran kepada pendahulunya Barack Obama yang pernah mengancam menggulingkan Assad jika sang presiden Suriah menggunakan senjata kimia.
Tuduhan terang-terangan kepada Assad itu membuat Trump berhadapan langsung dengan Rusia yang selama ini menjadi pelindung setia Assad.
"Saya bilang pada Anda, apa yang terjadi kemarin itu tidak bisa saya terima," kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers dengan Raja Yordania Abdullah, Rabu waktu setempat.
"Dan saya bilang pada Anda, sudah terjadi bahwa sikap saya kepada Suriah dan Assad telah berubah sama sekali," kata Trump.
Tapi Trump tidak mengungkapkan tindakan apa yang diambil AS terhadap Assad, namun Wakil Presiden Mike Pence mengatakan semua opsi terbuka, termasuk penggulingan Assad dan membuat zona aman di Suriah.
"Baiklah saya jelaskan, semua opsi ada di meja (perundingan)," kata Pence.
AS menolak tuduhan Rusia bahwa pihak pemberontak Suriahlah yang melancarkan serangan senjata kimia itu, demikian Reuters. (Dilansir dari ANTARA News)








