This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Monday, April 10, 2017

KHUTBAH RASULULLAH SAW PADA SAAT TERJADI GERHANA


LazuardiNews-  Berikut ini khutbah rasululullah saw yang diungkap pada saat setelah ada   dan menyaksilan gerhana matahari atau bulan. 

“Sesungguhnya terjadinya gerha-na matahari atau bulan merupa-kan ayat-ayat kekuasan Allah atas alam semesta. Keduanya tidak terjadi disebab-kan karena kelahiran atau kematian seseo-rang. Jika kalian melihat salah satu dari gerhana, maka segera-lah menuju dan melakukan sholat gerhana, kemudian berzi-kir, berdo’a, dan memohon ampun.”

Kemudian beliau bersabda: “Wahai umat Muhammad SAW, ketahuilah tidak seorang pun yang lebih cemburu dari Allah ketika melihat hamba-Nya, lelaki atau wanita yang berbuat zina. Adakah kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian sedikit tertaw atu banyak menangis.”

Kemudian beliau bersabda; “Tidak sesuatu apapun yang di-janjikan Allah kepada kalian melainkan telah diperlihatkan kepadaku dalam sholatku ini. Dan diberitahukan kepadaku pula, bahwa kalian akan dicoba sebentar dalam kubur kalian masing-masing atau dicoba dengan Dajjal.”

Kemudian beliau menyuruh me-reka berlindung dari siksa kubur. Beliau SAW bersabda: “Telah diperlihatkan kepadaku api neraka yang sedang bergejolak sampai kalian lihat, aku mundur dalam sholatku, karena aku takut tersentuh oleh apinya. Dan aku melihat di dalamnya Amru bin Luhai sedang menyeret ususnya di dalam api neraka. Dan diperlihatkan pula kepadaku seorang wanita yang telah menyebabkan kematian seekor kucing, karena ia tak mem-berikan makan dan tidak pula melepaskannya untuk mencari makanan di muka bumi. Kemudian diperlihatkan kepada-ku surga, sampai kalian lihat aku maju dalam sholatku, sampai aku tiba di tempatku semula, kemudian aku ulurkan tanganku untuk memetik salah satu buah-buahan surga agar kalian bisa melihatnya. Tetapi tiba-tiba aku merasa tidak ingin melaku-kannya.”

MAKNA DAN HIKMAH

Dalam feomena rabbaniyah rasulullah tersebut di atas ter-lihat beberapa pelajaran dan hikmah bagi kita, antara lain:

1) bahwa Rasululah melakukan sholat mencapai titik alam rabbaniyah yang amat tinggi, sehingga alam ulya dan alam sufla terlihat amat jelas. Inilah sebuah tauladan, bagaimana kita sholat khusyu seperti yang di-gambaran Rasulullah, bahwa beliau di saat sholat menda-patkan pengalaman dan penge-tahuan ilmu yang amal luar biasa.

2) fenomena gerhana bukan sebuah tanda kejadian mati atau lahirnya seorang anak manusia, tetapi terjadinya karena ke-kuasaan Allah yang amat luar biasa. Ini juga isyarat, bahwa manusia pada umumnya meng-alami konplik dalam kejiwaannya seperti keadaan gerhana yang tengah terjadi. Fenomena gerha-na adalah simbolik dari situasi fenomena pribadi diri / kepri-badian manusia pada umumnya, dimana kita sering terjadi konflik batin, antara jasmani dan ruhani kita, ia merupakan gambaran hati dari diri kita. Benarkan ada gerhana dalam diri kita. Seba-gaimana gambar fenomena rabbani yang diperlihatkan kepada Rasulullah.

3) pada saat fenomena tengah terjadi (baik fenomena alam dunia makro, maupun fenomena mikro alam tubuh, jiwa, hati, pikiran, anggota tubuh, dll) me-rupakan tanda, agar kita segera beraksi, segeralah menuju dan melakukan ibadah, sholat khu-sus, sholat gerhana, sholat hajat, kemudian berzikir, ber-do’a, dan memohon ampun.

4) jika Rosulullah itu hamba Allah yang dima’shum, terbebas dari dosa, maka beliau melihat azab dan siksa neraka karena kesa-lahan dan dosa yang dilakukan ummatnya, seperti gambaran dalam hadits tersebut. Jika kita sendiri, gambaran apa yang di-sebabkan perbuatan dosa dan kesalahan kita? Maka, tampilan perbuatan dosa seharusnya membuat diri kita sadar untuk segera bertaubat kepada Allah.

5) setiap pebuatan baik, tidak akan disia-siakan oleh Allah, bahkan akan dibalas dengan ke-baikan dan pahala yang brlipat ganda, dan sebaliknya setiap perbuatan buruk, jangankan kepada orang perorang, kepada binatang sekalipun akan ada perhitungannya.

Rasulullah melihat prilaku Amru bin Luhai (seorang reformasi pembuat ide penyembahan berhala di kalangan Jahiliyah Makkah, seperti Musa As-Samiri di negri bani Israil di zaman Nabi Musa) dan wanita yang telah menyebabkan kematian seekor kucing.

6) dalam setiap ada gerhana atau konplik dalam diri pribadi hendaknya kita waspada dan berlindung kepada Allah dari ke-burukan fenomena yang terjadi, seperti diisyarakatkan Rasul, agar kita berlindung dari azab kubur dan fitnah Dajjal. Azab Kubur adalah poto kopi kehi-dupan akhirat nanti, jika dalam kubur mengalami masalah dan konplik, apalagi di akhirat. Begitu juga Dajjal, dia adalah makhluk simbolik sebagai penggoda untuk mengahancurkan keimanan dan keislaman orang muslim se-belum kematiannya, baik kema-tian karena ajalnya atau karena dekat datangnya kiamat, ia bekerja sama dengan syetan mencari mangsa manusia untuk terjerumus dalam dosa dan kekufuran.

7) Fenomena gerhana mengi-ngatkan kita terjadinya keda-tangan hari kiamat. Oleh karena itu Rasulullah SAW, secara refleks menyuruh umatnya ber-segera mendatangi tempat iba-dah masjid dan menasehati agar ummat sadar akan perbuatan baik buruk amalnya, sadar akan kewajibannya, sadar akan dosa-dosanya dan kesalahannya, sadar akan solusi apa yang harus dilakukannya, dengan cara ber-zikir, berdo’a, bertaubat, dan isti’adzah kepada Allah.

8) Allah cemburu kepada hambanya, baik laki-laki maupun wanita, pada saat ia melakukan per-zinah-an, karena hamba2 ini (yg berzina) menjauhi Allah dan ia lebih menyenangi nafsu birahinya, padahal Allah sangat Sayang dan Mencintai hamba2 tersebut, mengapa ia tidak men-dekati dan mencintai Allah. (Kemudian beliau Nabi SAW bersabda: “Wahai umat Muhammad SAW, ketahuilah tidak seorang pun yang lebih cemburu dari Allah ketika melihat hamba-Nya, lelaki atau wanita yang berbuat zina. Adakah kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian sedikit tertawa atau banyak menangis.”)(Ubes dari berbagai sumber)

Penertiban Praktik Usaha Tambang di Karawang Masih Perlu Perhatian Serius


LazuardiNews -Pengawasan dan penertiban praktik bisnis pertambangan batu kapur di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, bakal dibahas secara khusus di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang.

“Sekurang-kurangnya itu kami mulai bahas di tim anggota dewan yang berkonstituen dari Daerah Pemilihan Karawang 1 atau Dapil 1,” kata politisi Partai Gerindra, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., MH., yang juga Anggota DPRD Karawang dari Dapil 1, di kantornya pagi tadi.

Disebutkannya, bahwa sekarang ini tidak ada satupun ijin penambangan batu kapur di Tamansari. Kalau pun misalnya dulu pernah ada, kini sudah dicabut. Jadi mestinya seluruh usaha penambangan batu kapur di Tamansari harusnya tutup. “Itu hukumnya,” tandas Sodikin.

Akan tetapi ketentuan peraturan hukum pun harus diuji punya prinsip keadilan atau tidak. Di dalam hukum jangan ada keberpihakan bagi sisi tertentu kecuali kepada kebenaran, dan jangan pula ada pendholiman di sisi lainnya.  

Karenanya Sodikin mengaku sangat tahu bahwa di lapangan eksplorasi batu kapur/kart itu masih berlangsung, apalagi Kades Tamansari H. Udin Syaripudin mengiyakannya. Kenapa berlanjut? Itu dikarenakan bahwa sesungguhnya usaha tersebut menyangkut hajat hidup warga sekitar.

“Maka, saya juga paham. Tentunya perangkat desa tak sanggup membendung penambangan ilegal tersebut, sekalipun sesungguhnya mereka mampu melaksanakannya,” ujar Sodikin.

Sodikin kemudian memandang perlu ada upaya win win solution. Perda dan Perbub hendaknya diimplementasikan, namun warga tidak kehilangan sumber mata pencaharian gara-gara hadirnya Perda dan Perbup.

“Perda dan Perbub tidak boleh menjelma jadi pepesan kosong, ada aturan tapi tak berfungsi. Namun juga gak boleh Perda dan Perpub menyengsarakan rakyat,” kata politisi NasDem, Indriyani, ST, kolega sekantor Endang Sodikin yang sama-sama terusung dari Dapil 1.


Akan seperti apa bentuk win win Solutions tersebut? “Itu tergantung hasil formal pembahasan demi pembahasan yang berlanjut di DPRD Kabupaten Karawang maupun yang diikuti oleh pihak eksekutif Pemkab Karawang nanti,” jawab Indriyani.(Tim)

Pilkades dengan PAW di Karawang


LazuardiNews -Pemilihan kepala desa antar waktu( PAW-red) kali ke dua di kabupaten karawang. Saat ini akan ada sesuatu yang baru dalam system pemerintahan desa " kepala desa antar waktu".Adapun dasar pemilihan kepala desa antar waktu merujuk kepada UU no 6 tahun 2014 tentang desa kemudian perda no 13 tahun 2014 tentang desa dan perbup no 26 tahun 2016 tentang tata cara pemilihan kepala desa antar waktu ( PAW) melalui musdes ( musyawarah desa-red ).minggu,18-03-2017.

Seperti yang telah kita ketahui kepala desa  Gombongsari kecamatan Rawamerta kabupaten karawang lili suherly yang telah di lantik bulan Juni tahun 2013 talah meninggal dunia di karenakan sakit. Adapun Roda pemerintahan desa kini di jalankan oleh pjs ( pejabat sementara-red)  H.Odim.

Tahapan-tahapan penyelenggara dari BPD ( badan permusyawaratan desa ) dan panitia pemilihan kepala desa antar waktu sudah di tempuh. " kami bersama BPD dan tokoh masyarakat desa Gombongsari tanggal 8 maret 2017 mengadakan musyawarah untuk pembentukan panitia pelaksana pemilihan desa antar waktu yang bertempat di aula kantor desa Gombongsari kecamatan rawamerta. ujar Waskin ( ketua panitia). " unsur peserta/calon pemilihan kepala desa antar waktu di antara nya unsur tokoh agama,tokoh pendidikan,tokoh petani,tokoh perempuan, ,serta tokoh pemuda atau karang taruna dan pemerintahan desa total semua 66 orang" terang nya.

Waskin lebih jauh menjelaskan " pemilihan kepala desa antar waktu desa gombongsari kecamatan rawamerta ini akan di laksanakan hari senin tanggal 17 April tahun 2017 secara musdes ( musyawarah desa) bertempat di Madrasah Tabilurmustaqin Dusun  Rawasari desa gombongsari". " masalah biaya anggaran akan ada bantuan dari pemerintah daerah kabupaten karawang sebesar Rp 24 juta dan dari APBDes desa gombongsari sebesar Rp 15 juta serta kita harapkan ada tambahan  lain dari donatur yang mau menyumbang dari pelaksanaan pemilihan kepala desa antar waktu ini" ungkap waskin Kdn menjelaskan kepada awak media purnamanews. lanjut waskin " sementara sesuai dengan penerimaan jadwal mulai tanggal 16-03-2017 baru ada satu orang calon peserta pilkades antar waktu bernama Enjay AMK dari dusun gombong desa gombongsari." dari pelaksanaan pemilihan kepala desa antar waktu harapan kami mudah-mudanan pelaksanaan pemiihan kepala desa antar waktu ini terselenggara dengan aman,tertib serta kondusif dan semoga bisa menjadi percontohan jawa barat maupun nasional" kata nya.

Sementara di tempat yang sama ketua BPD pemerintahan gombongsari Karsum kusdiarjo mengatakan " pelaksanaan penjaringan bakal peserta calon pemilihan kepala desa antar waktu tiap-tiap dusun telah selesai di laksanakan, kami khusus nya BPD dan panitia penyelenggara membuka peluang bagi peserta yang ingin mendaptarkan diri mencalonkan sebagai menjadi peserta atau calon kepala desa antar waktu asal sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang telah di tentukan panitia.

"Harapan ke depan nya siapa pun nanti yang terpilih menjadi kepala desa gombongsari bisa melanjutkan sisa pemerintahan kepala desa Lili suherly dan  mau melanjutkan,melaksanakan program-program pembangunan pemerintahan desa gombongsari kecamatan rawanerta" pungkas nya.(AR )

Friday, April 7, 2017

SEJARAH KARAWANG TEMPO DOELOE


LazuardiNews -Sekitar Abad XV Masehi, Agama Islam masuk ke Karawang yang dibawa oleh ulama besar Syeikh Hasanudin bin Yusup Idofi dari Champa yang terkenal dengan sebutan Syeikh Quro. Pada masa itu daerah Karawang sebagian besar masih merupakan hutan belantara dan berawa-rawa. Keberadaan daerah Karawang yang telah dikenal sejak Kerajaan Pajajaran yang berpusat di Daerah Bogor, karena Karawang pada masa itu merupakan jalur lalu lintas yang sangat penting untuk menghubungkan Kerajaan Pakuan Pajajaran dengan Galuh Pakuan yang berpusat di Daerah Ciamis. Luas Wilayah Kabupaten Karawang pada saat itu, tidak sama dengan luas Wilayah Kabupaten Karawang pada masa sekarang. Pada waktu itu luas Wilayah Kabupaten Karawang meliputi Bekasi, Purwakarta, Subang dan Karawang sendiri .
Setelah Kerajaan PaJajaran runtuh pada tahun 1579 Masehi, pada tahun 1580 Masehi berdiri Kerajaan Sumedanglarang sebagai penerus Kerajaan Pajajaran dengan Rajanya Prabu Geusan Ulun. Kerajaan Islam Sumedanglarang, pusat pemerintahannya di Dayeuhluhur dengan membawahi Sumedang, Galuh, Limbangan,Sukakerta dan Karawang.
Pada tahun 1608 Prabu Geusan Ulun wafat dan digantikan oleh putranya Ranggagempol Kusumahdinata. Pada masa itu di Jawa Tengah telah berdiri Kerajaan Mataram dengan Rajanya Sultan Agung (1613 – 1645). Salah satu cita-cita Sultan Agung pada masa pemerintahannya adalah dapat menguasai Pulau Jawa dan mengusir Kompeni (Belanda) dari Batavia.
Ranggagempol Kusumahdinata sebagai Raja Sumendanglarang masih mempunyai hubungan keluarga dengan Sultan Agung dan mengakui kekuasaan Mataram. Maka pada Tahun 1620, Ranggagempol Kusumahdinata menghadap ke Mataram dan menyerahkan kerajaan Sumedanglarang di bawah naungan Kerajaan Mataram.
Ranggagempol Kusumahdinata oleh Sultan Agung diangkat menjadi Bupati (Wadana) untuk tanah Sunda dengan batas-batas wilayah disebelah Timur Kali Cipamali, disebelah Barat Kali Cisadane, disebelah Utara Laut Jawa, dan disebelah Selatan Laut Kidul.
Pada Tahun 1624 Ranggagempol Kusumahdinata wafat, dan sebagai penggantinya Sultan Agung mengangkat Ranggagede, Putra Prabu Geusan Ulun.
Ranggagempol II, putra Ranggagempol Kusumahdinata yang semestinya menerima tahta kerajaan, merasa disisihkan dan sakit hati. Kemudian beliau berangkat ke Banten untuk meminta bantuan Sultan Banten agar dapat menaklukkan Kerajaan Sumedanglarang dengan imbalan apabila berhasil, maka seluruh wilayah kekuasaan Sumedanglarang akan diserahkan kepada Banten.
Sejak itu banyak tentara Banten yang dikirim ke Karawang terutama di sepanjang Sungai Citarum, di bawah Pimpinan Sultan Banten bukan saja untuk memenuhi permintaan Ranggagempol II, Tetapi merupakan awal usaha Banten untuk menguasai Karawang sebagai persiapan merebut kembali pelabuhan Banten yang telah dikuasai oleh Kompeni (Belanda), yaitu pelabuhan Sunda Kelapa.
Masuknya tentara Banten ke Karawang beritanya telah sampai ke Mataram. Pada Tahun 1624, Sultan Agung mengutus Surengrono (Aria Wirasaba) dari Mojo Agung, Jawa Timur untuk berangkat ke Karawang dengan membawa 1000 Prajurit dengan keluarganya, dari Mataram melalui Banyumas dengan tujuan untuk membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik dengan membangun gudang-gudang beras dan meneliti rute penyerangan Mataram ke Batavia.
Langkah awal yang dilakukan Aria Surengrono adalah dengan mendirikan 3 (tiga) Desa yaitu Waringinpitu (Telukjambe), Desa Parakansapi (di Kecamatan Pangkalan yang sekarang telah terendam Waduk Jatiluhur) dan Desa Adiarsa (Sekarang ternlasuk di Kecamatan Karawang Barat), dengan pusat kekuatan di ditempatkan di Desa Waringinpitu.
Karena jauh dan sulitnya hubungan antara Karawang dengan Mataram, Aria Wirasaba belum sempat melaporkan tugas yang sedang dilaksanakan kepada Sultan Agung. Keadaan ini menjadikan Sultan Agung mempunyai angqapan bahwa tuqas yang diberikan kepada Aria Wirasaba gagal dilaksanakan.
Demi menjaga keselamatan Wilayah Kerajaan Mataram sebelah barat, pada tahun 1628 dan 1629, bala tentara Kerajaan Mataram diperintahkan Sultan Agung untuk melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia. Namun serangan ini gagal disebabkan keadaan medan yang sangat berat. Sultan Agung kemudian menetapkan Daerah Karawang sebagai pusat logistik yang harus mempunyai pemerintahan sendiri dan langsung berada dibawah pengawasan Mataram serta harus dipimpin oleh seorang pemimpin yang cakap dan ahli perang sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk membangun pesawahan guna mendukung pengadaan logistik dalam rencana penyerangan kembali terhadap VOC (belanda) di Batavia.
Pada tahun 1632, Sultan Agung mengutus kembali Wiraperbangsa Sari Galuh dengan membawa 1.000 prajurit dengan keluarganya menuju Karawang. Tujuan pasukan yang dipimpin oleh Wiraperbangsa adalah membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik sebagai bahan persiapan melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia, sebagaimana halnya tugas yang diberikan kepada Aria Wirasaba yang dianggap gagal.
Tugas yang diberikan kepada Wiraperbangsa dapat dilaksanakan dengan baik dan hasilnya langsung dilaporkan kepada Sultan Agung. Atas keberhasilannya Wiraperbangsa oleh Sultan Agung dianugrahi jabatan Wedana (Setingkat Bupati) di Karawang dan diberi gelar Adipati Kertabumi III serta diberi hadiah sebilah keris yang bernama “Karosinjang”.
Setelah penganugrahan gelar tersebut yang dilakukan di Mataram, Wiraperbangsa bermaksud akan segera kembali ke Karawang, namun sebelumnya beliau singgah dahulu ke Galuh untuk menjenguk keluarganya.Atas takdir IIlahi Beliau kemudian wafat saat berada di Galuh.
Setelah Wiraperbangsa Wafat, Jabatan Bupati di Karawang dilanjutkan oleh putranya yang bernama Raden Singaperbangsa dengan gelar Adipati Kertabumi IV yang memerintah pada tahun 1633-1677.
Pada abad XVII kerajaan terbesar di Pulau Jawa adalah Mataram, dengan raja yang terkenal yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo. la tidak menginginkan wilayah Nusantara diduduki atau dijajah oleh bangsa lain dan ingin mempersatukan Nusantara.
Dalam upaya mengusir VOC yang telah menanamkan kekuasaan di Batavia, Sultan Agung mempersiapkan diri dengan terlebih dahulu menguasai daerah Karawang, untuk dijadikan sebagai basis atau pangkal perjuangan dalam menyerang VOC.
Ranggagede diperintahnya untuk mempersiapkan bala tentara/prajurit dan logistik dengan membuka lahan-Iahan pertanian, yang kemudian berkembang menjadi lumbung padi.
Tanggal 14 September 1633 Masehi, bertepatan dengan tanggal 10 Maulud 1043 Hijriah, Sultan Agung melantik Singaperbangsa sebagai Bupati Karawang yang pertama, sehingga secara tradisi setiap tanggal 10 Maulud diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Karawang.

Berawal dari sejarah tersebut dan perjuangan persiapan proklamasi kemerdekaan RI, Karawang lebih dikenal dengan julukan sebagai kota pangkal perjuangan dan daerah lumbung padi Jawa Barat. Demikian, seperti dikutip dari situs resmi Pemkab Kararang. (tim, dari berbagai sumber)

TAHUKAN ANDA BAGAIMANA PROSES DIMAS KANJENG MENDATANGKAN HARTA?


Inilah Kesaksian Pengikut Dimas Kanjeng
LazuardiNews-Salah seorang pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Robi Darmawan, menjelaskan proses mendatangkan harta yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng.

"Pengadaan itu proses mengambil uang dari sebuah alam untuk kemudian dimasukkan ke alam kita," kata Robi kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam.

Ia menceritakan, Dimas Kanjeng pernah mendatangkan tanah yang di bawahnya terkandung sejumlah harta.

"Tanah itu diambil kemudian ditaruh di dalam ember dan ditutup dengan sajadah lalu disemprot dengan minyak dan didoakan," paparnya.

Kemudian, lanjut Robi, ember dibuka dan tanah tersebut dituangkan ke lantai, yang mengeluarkan berbagai macam benda seperti tasbih dan gelang.

"Keluar macam-macam, seperti tasbih untuk umur panjang. Ada juga gelang yang sudah kuno sekali," ungkapnya.


"Kami percaya semua. Sangat percaya 1.000 persen karena memang begitu kejadiannya. Ada ribuan saksi-saksi hidup yang melihat," imbuhnya. (Dilansir dari ANTARA News)

KISAH SULITNYA PENCARIAN KORBAN LONGSOR PONOROGO


LazuardiNews -Lereng Gunung Gede longsornya turun dan menjalar ke bawah hingga berjarak sekitar 1,5 kilometer. Longsorannya membentuk timbunan-timbunan dan di beberapa titik tidak merata. Tepat di bawah lereng adalah area persawahan serta permukiman.

Tingginya bervariasi, ada yang 10 meter, 20 meter hingga 30 meter. Terutama di sektor A yang berada paling dekat dengan lokasi titik awal bencana. Sedangkan luasnya mencapai hampir 15 hektare.

Sejak hari pertama pencarian tepat usai peristiwa terjadi, tiga orang dalam keadaan meninggal dunia ditemukan, masing-masing adalah Katemi, Iwan dan Sunadi.

Katemi dan cucunya Iwan ditemukan pada Minggu (2/4), sedangkan Sunadi ditemukan keesokan harinya. Ketiganya ditemukan di posisi sektor C yang menjadi titik paling jauh dari titik awal.

Selanjutnya, hingga enam hari sejak kejadian atau Kamis (6/4), belum ditemukan satupun korban jiwa lainnya. Tingginya timbunan tanah menjadi satu kendala, ditambah cuaca yang tidak menentu dan kerap hujan.

"Untuk peralatan mungkin tidak kendala, kecuali cuaca. Ada sembilan eskavator di lokasi dan semuanya bekerja maksimal," ucap Catur yang juga Komandan Rayon Militer Kecamatan Kota, Ponorogo.

Kondisi tanah di lokasi juga masih labil dan rawan sekali terjadi longsor susulan. Meski dalam skala kecil, namun timbunan tentu akan membuat petugas dan relawan yang berada di bawah khawatir.

"Perasaan khawatir pasti ada mas. Apalagi petugas di alat berat yang berada di tepi-tepi timbunan. Kalau salah bergerak bisa berakibat fatal," tutur salah seorang relawan yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga sempat beranalisa, salah satu kendala sulitnya menemukan jenazah adalah posisi korban saat sebelum kejadian yang berpencar, termasuk saat lari menyelamatkan diri.

"Peristiwanya terjadi saat warga beraktivitas, berbeda jika malam hari yang mana warga berada jadi satu di rumah, persis dengan bencana di Jombang dulu," ujarnya.

Upaya lain untuk menemukan korban yakni dengan mendatangkan tujuh anjing pelacak dari Mabes Polri dan Polda Jawa Timur.

"Anjing pelacak yang diturunkan itu sangat membantu dalam proses pencarian korban longsor," kata Direktur Sabhara Polda Jatim Kombes Pol Achmad Rudi Mulyanto.

Jika anjing pelacak mencium bau manusia di dalam timbunan tanah maka segera diberi titik untuk selanjutnya dicari menggunakan alat berat.

Meski satwa yang diturunkan di lokasi ini pernah berhasil menemukan bangkai manusia di musibah Aceh, kata dia, proses terkendala timbunan longsor yang sangat dalam.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengakui upaya pencarian korban hilang tertimbun longsor sulit karena faktor ketebalan material tanah serta luasan area terdampak yang menimbun 32 rumah.

Orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu tak mau sikap realistisnya tersebut diterjemahkan sebagai pesimistis.

"Bukan pesimistis ya, tapi bagaimanapun kami harus jujur juga bahwa ketiggian di Zona A lokasi pencarian paling atas atau titik nol itu diperkirakan ada delapan rumah dengan ketebalan tanah mencapai 30 meter," ucapnya.

Kendati upaya pencarian akan terus dilakukan, Ipong menyatakan perkembangan bakal dievaluasi pada akhir masa pencarian yang ditetapkan selama tujuh hari, terhitung mulai Minggu (2/4) hingga Sabtu (8/4).

"Selain itu, kami juga akan melakukan koordinasi atau konseling dengan keluarga korban. Kalau mereka masih menginginkan untuk terus dicari dan hasil evaluasi memungkinkan, pencarian akan dilanjutkan hingga tujuh hari lagi," tukasnya.

Namun, apabila hingga akhir pencarian periode kedua korban belum diketemukan semuanya, pemerintah daerah akan merekomendasikan penghentian pencarian kepada BPBD dan tim SAR gabungan.


"Saya rasa kami akan mempertimbangkan itu jika hingga perpanjangan masa pencarian tetap tidak membuahkan hasil maksimal," imbuhnya. (Dilansir dari ANTARA News)

GUNUNG GEDE MULAI MENGELIAT, AKIBATNYA BANYAK WARGA YANG JADI KORBAN


LazuardiNews -Pada Sabtu (1/4), sekitar pukul 07.30 WIB, di Dukuh Tangkil terjadi bencana tanah longsor yang titik awal berada di lereng Gunung Gede. Dukuh Tangkil, adalah satu di antara empat dukuh atau sebutan lainnya dusun yang berada di dalam Desa Banaran, di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tiga dukuh lainnya adalah Dukuh Krajan, Dukuh Gondang Sari dan Dukuh Suro.

Longsorannya berdampak pada rumah warga di dukuh lainnya, terutama Dukuh Krajan yang ujung "lidah" tanah berhenti tepat di sana.

Sebagian wilayah Dukuh Tangkil-pun hanya dalam hitungan detik lenyap dan berubah menjadi timbunan tanah gunung. sebanyak 30 lebih rumah tertimbun, dan 28 orang di antaranya dinyatakan hilang.

Sungai yang biasanya jernih dan menjadi salah satu wahana wisata air berubah menjadi air bah dengan membawa lumpur. Begitu juga jalan-jalan akses yang menghubungkan satu dukuh ke dukuh lainnya.

Jalanan di sana, selain sempit karena luasnya tidak lebih dari tiga meter dan memaksa mobil yang berpapasan harus berhenti satu terlebih dahulu, juga naik-turun.

Wajar memang karena di sana merupakan area pegunungan yang kanan dan kirinya lereng dan sawah. Jika belum berpengalaman berkendara di area seperti itu, disarankan tak melintas karena tanjakan maupun turunannya ada yang mencapai 30 derajat.

Sempitnya akses menjadi salah satu kendala susahnya memasukkan alat berat titik bencana. Hingga saat ini, sembilan eskavator dikerahkan dan dibantu peralatan manual lainnya seperti sekrop, cangkul dan lainnya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan anggota BPBD beberapa kabupaten/kota, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai organisasi setiap harinya berjibaku dengan timbunan tanah.

Setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB, ratusan (bahkan saat ini seribu lebih orang relawan), mulai bertugas dan baru selesai pada pukul 16.00 WIB.


"Setiap hari seperti itu, kemudian evaluasi hingga pukul 17.00 WIB. Tim bertugas bergantian saat istirahat. Tapi jika siang cuacanya hujan dan kondisinya tak memungkinkan maka dihentikan sementara," ujar Komandan Sektor C Kapten Inf Catur Margo. (Dilansir dari ANTARA News)

SHALAT GAIB UNTUK KORBAN LONGSOR WARGA BANARAN PONOROGO


LazuardiNews- Seratusan warga dan relawan bencana di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis menggelar istighatsah dan shalat gaib berjamaah mendoakan 28 warga yang dinyatakan hilang belum ditemukan diduga meninggal tertimbun tanah longsor.

Ritual istighatsah dan shalat gaib dilakukan di Masjid Jami Desa Banaran yang berlokasi sekitar satu kilometer dari titik akhir longsor yang menimbun 32 rumah warga di Dusun Tangkil dan sebagian Dusun Krajan.

"Melalui doa bersama ini, semoga korban yang masih hilang bisa segera ditemukan," kata pemuka agama Desa Banaran Jazali dikonfirmasi usai shalat gaib berjamaah.

Prosesi doa bersama dan shalat gaib berlangsung khusyuk. Sejumlah jamaah yang berstatus pengungsi serta warga keluarganya yang menjadi korban tampak menangis haru sambil terus berdoa mengikuti bacaan imam yang memimpin ritual keagamaan tersebut.

"Semoga juga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan," ujarnya.

Jazali menjelaskan, ritual shalat jamaah diputuskan untuk dilakukan dengan asumsi sebagian besar atau keseluruhan korban telah meninggal dunia.

"Kami shalatkan menurut agama Islam," katanya.

Jazali berdoa agar 28 warga yang menjadi korban tanah longsor meninggal dalam keadaan "husnul khotimah".

"Semoga mereka mendapat tempat yang baik serta diterima oleh Allah. Diterima amal baiknya dan diampuni dari segala dosa." ujarnya.


Aktivitas doa bersama rutin sebelumnya juga telah dilakukan siswa-siswi SD Negeri Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur setiap menjelang kegiatan belajar-mengajar untuk 12 siswa dan guru yang berduka karena kehilangan anggota keluarga yang masih hilang tertimbun longsor. (Dilansir dari ANTARA News)

Donald Trump Menghujat Assad: “Sudah Kelewat Batas Karena Senjata Kimia”


LazuardiNews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah "melewai garis merah" karena melancarkan serangan gas beracun kepada warga sipil. Trump menyatakan akibat serangan itu sikapnya terhadap Suriah dan Assad telah berubah total, namun tidak menyebutkan bagaimana dia merespons Assad.

Trump menyebut serangan yang menewaskan paling sedikit 70 orang yang kebanyakan anak-anak itu "telah melanggar banyak sekali batasan". Kalimat ini juga sindiran kepada pendahulunya Barack Obama yang pernah mengancam menggulingkan Assad jika sang presiden Suriah menggunakan senjata kimia.

Tuduhan terang-terangan kepada Assad itu membuat Trump berhadapan langsung dengan Rusia yang selama ini menjadi pelindung setia Assad.

"Saya bilang pada Anda, apa yang terjadi kemarin itu tidak bisa saya terima," kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers dengan Raja Yordania Abdullah, Rabu waktu setempat.

"Dan saya bilang pada Anda, sudah terjadi bahwa sikap saya kepada Suriah dan Assad telah berubah sama sekali," kata Trump.

Tapi Trump tidak mengungkapkan tindakan apa yang diambil AS terhadap Assad, namun Wakil Presiden Mike Pence mengatakan semua opsi terbuka, termasuk penggulingan Assad dan membuat zona aman di Suriah.

"Baiklah saya jelaskan, semua opsi ada di meja (perundingan)," kata Pence.


AS menolak tuduhan Rusia bahwa pihak pemberontak Suriahlah yang melancarkan serangan senjata kimia itu, demikian Reuters. (Dilansir dari ANTARA News)