This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Sunday, December 12, 2021

Reses HES Bangkitkan Antusias Warga Minta Perbaiki Infrastruktur

 

KARAWANG-Anggota DPRD Kabupaten Karawang  dari fraksi Gerindra, yang juga sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang H.Endang Sodikin (HES) menggelar Reses di masa Sidang III Tahun 2021, Rabu Rabu (8/12/2021).

 

Reses kali ini diilaksanakan di rumah RW 15, Ibu Lilis Andrayani Dusun Rawabagi Desa Tegalsawah, Kecamatan Karawang Timur. Gelaran reses disambut antusias positif oleh warga, walau pun undangan dibatasi, dengan alasan masih suasana covid,  namun yang hadir cukup antusias hingga yang datang hadir sekitar lebih 66 orang dari berbagai elemen aparat pemeirintah kelurahan, para pembina kelurahan, perwakilan tokoh masyarakat, dan warga masyarakat umumnya.

 


“Reses kali ini, masih memfokuskan kepada jaring aspirasi masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah kita, rutilahu.” Tegasnya.

 

Kang HES juga mengajak, warga harus menjaga kesehatannya dan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tanggap terhadap bahaya dan cuaca ektrem yang mungkin terjadi bulan desember tahun ini, waspada terhadap angin kencang, puting beliung di musim penghujan terutama banjir.

 

Dalam reses ini, HES banyak mendapatkan aduan dan keluhan langsung dari warga, dimana tiga komplek perumahan di wililayahnya tersebut, yaitu: Perumahan Pesona Parahiangan, Palumbonsari, dan Buana Asri, tidak memiliki tempat pembuangan air, sehingga bila terjadi hujan, air tidak bisa langsung surut, air akan tergenang beberapa lama di perumahan tersebut.

 

Soal lainnya, tempat pemakaman umum (TPU) agar sebagian tanahnya dijadikan jalan publik, masalah pengurusan BPJS, surat rujukan Puskesmas lambat, soal rutilahu, dan soal-soal krusial lainnya.

 

Menurut HES, dengan alasan logisnya, dalam mencarikan solusi atas masalah dan problem yang terjadi ini bisa di kordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

 

“Untuk Perumahan Pesona Parahiangan, Palumbonsari, dan Buana Asri, Kita akan mengundang pihak-pihak terkait untuk hearing dan atau bermusyarah di ruangan dewan, agar semua saling memahami dan bisa terjawab dengan mudah.” tegasnya (ubes nur Islam).

Baca juga

H. Endang Sodikin Pro Aktif Jaring Aspirasi Warga

 

KARAWANG-Anggota DPRD Kabupaten Karawang sekaligus Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang H.Endang Sodikin (HES) menggelar Reses di masa Sidang III Tahun 2021, Rabu Rabu (8/12/2021).

 

Reses kali ini diilaksanakan di kantor RW 07 Dusun Kedung Salam Kelurahan Palawad Kecamatan Karawang Timur, yang dihadiri sekitar lebih 60 orang dari berbagai elemen aparat pemeirintah kelurahan, para pembina kelurahan dan perwakilan tokoh masyarakat, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Gelaran disambut baik oleh warga.

 


Secara tegas ia mengatakan, dalam reses kali ini dirinya memfokuskan kepada jaring aspirasi masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah pemilihannya, mulai soal jalan lingkungan, pemagaran sekolah, penerangan listrik, tempat pemakaman umum (TPU) dan sampai soal rutilahu.

“Reses kali ini sebagai jaring aspirasi masyarakat dan memfokuskan kepada ketersediaan infrastruktur di wilayah kita,” kata HES.

 

Dalam kesempatan itu juga, HES mengajak warga harus menjaga kesehatannya, apalagi saat ini masih dalam suasana covid, bagi masyarakat yang belum divaksin hendaknya segera divaksin, dengan bertujuan agar masyarakat terbentuk menjadi masyarakat yang Hard Immunity, kekebalan kelompok.

 

Selain itu Kang HES mengingatkan masyarakat agar tanggap terhadap bahaya cuaca ektrem yang mungkin terjadi bulan desember tahun ini, waspada terhadap angin kencang, puting beliung di musim penghujan terutama banjir.

 

“Masyarakat harus mengantisipasi banjir masyarakat harus tetap waspada ketika curah hujan naik sampai di bulan Maret 2022, karena menurut BMKG perlu diwaspadai,” pesan HES.

 

Selain itu Kang HES mengingatkan pihak aparat kelurahan agar tanggap terhadap pencatatan perubahan warga, yakni pentingnya pemasukan validitas update data situasi perubahan warga.

“Dikhawatir ada warga yang tidak tercatat sebagai pihak-pihak yang memang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah”, tegasnya. 

 

Menurutnya ada sejumlah data kuota yang kosong, sekitar 33.000 kuota dipersiapkan oleh provinsi di Jawa Barat untuk warga penerima manfaat.

 

“Kabupaten Karawang belum melakukan verifikasi validasi data, jadi belum bisa mengambil kouta yang disediakan profinsi Jabar. Makanya, kepada aparat setempat untuk secepatnya melakukan verifikasi validasi data untuk disetorkan ke kabupaten,” tegasnya.

 

Dalam reses ini HES, banyak mendapatkan aduan dan keluhan langsung dari masyarakat, baik soal jalan lingkungan, pemagaran sekolah, penerangan listrik, tempat pemakaman umum (TPU) dan sampai soal rutilahu.

Di akhir Reses Kang HES menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat bukan hanya infrastruktur saja tetapi lebih menekankan kepada pemberdayaan ekonomi dan sosial.

 

“Kesejahteraan masyarakat termasuk sosialisi tentang BPJS Kesehatan yang tentunya masyarakat juga harus diedukasi jangan sampai ketika masuk rumah sakit baru merubah persyaratan KTP dan KK, terus masyarakat diingatkan pada anggota masayarakat yang baru menikah, apalagi yang sudah hamil ingatkan kepada suaminya oleh PSM agar segara melakukan perubahan data elemen pada KTP dan KK. (ubes nur Islam)

Sri Rahayu Agustina sambut Pengurus baru DPD Himpunan Wanita Karya untuk wilayah Dapil IV Jawa Barat

 

Lazuardi News, - Sri Rahayu  Agustina, Anggota DPRD Profinsi Partai Golakar giat mengahadiri kegiatan acara pelantikan pengurus baru DPD Himpunan Wanita Karya untuk wilayah Dapil IV Jawa Barat, yang dikiuti oleh 4 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Karawang, Purwakarta, Depok, dan Subang. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di kantot DPD Golkar Kabupatenn Karawang (8/12)

 

Dalam acara tersebut Sri Rahayu diberi waktu untuk memberi sambutan dan mensuport  pengurus yang sudah dilantik. Dalam sambutannya dia mengungkapkan bahwa, eksistensi lembaga ini (Red. maksudnya Himpunan Wanita Karya) harus punya ciri khas, atau branding.

 

“Kita harus punya brand. Brand ini menjadi kekuatan dasar kita dalam menjual tampilan image ke publik.” Ungkapnya.



 

Lanjutnya, “Branding sangat dominan selalu memenangkan sebuah penjualan market popularitas. Potensi branding lebih utama dan unggul tinimbang poster-poster yang kita pajang dalam spanduk dan balegho yang kita pasang.” Tegas Sri Rahayu, sebagai senior di Partai Golkar Kabupaten Karawang,  yang akrab dipanggil dengan sebutan Bunda atau Ema Sri.

 

“Lebih dari itu,” ungkapnya lebih lanjut, “brand itu biayanya lebih murah daripada memasang atribut-atribut semacam sepanduk tersebut. Coba saja, kita kalkulasi, kita belanja bikin spanduk, bayar bea alat pemasangan, dan juga bayar bea ongkos pasangnya. Jadi bea  pemasangan atribut spanduk lebih mahal. Berbeda dengan branch, ia lebih murah dan praktis.” Tegasnya.

 

“Untuk mengusai pasar image popularitas, gunakan brand. Oleh karena itu, para pengurus Himpunan Wanita Karya harus melakukan kegiatan dan program yang menjadi ciri khas organisasi ini.” Tandasnya (Ubes nur Islam)

Nana Suryana, SH, : Wakli Ketua DPRD Karawang Temukan Para Petani Kopi Yang Terisolir Dari Pantauan Pejabat

 

Lazuardi News,- Siapa yang tak kenal Mekarbuana, salah satu nama desa yang terletak di bagian Kecamatan Tegalwaru, adalah wilayah dataran tinggi pegunungan yang berada di wilayah Karawang. Letaknnya, secara geografis sekitar lebih kurang 30-40 KM dari Pusat kota Karawang.

 

Di lokasi ini ternyata menyimpan banyak sumber daya alam strategis, berupa biji emas hitam yang  sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, yaitu biji-biji kopi hasil karya buah tangan para petani kopi di wilayah Tegalwaru, yang menurut para penggemarnya, kopi tersebut berkualitas sangat tinggi.


Nana Suryana, SH Wakli Ketua DPRD Karawang Fraksi Golkar

 

Menurut, Wakli Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Karawang dari Fraksi Golkar, Nana Suryana, SH, sepulang dari menyelesaikan program resesnya di desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru pada beberapa hari yang lalu.

 

Ia  mengungkapkan bahwa, di daerah ini terdapat sekitar lebih kurang 500 warga yang berprofesi sebagai petani kopi. Dengan jumlah lokasi area tanam sebanyak lebih kurang 300 Hektar. Namun keberadaan mereka belum terbina dan belum terkelola dengan baik, terutama pendistribusian atau pemasaran hasil pasca panen mereka.

 

“Lokasi warga kelompok tani ini sangat jauh dari pusat kota, bisa dibilang, mereka masih terisolir dari dari pantauan pemerintah, sehingga mereka perlu perhatian khusus dan pembenahan dari berbagai segi terutama soal penanganan pasca panen tanaman kopinya.” Ungkapnya, yang akrab dipanggil Kang  Surya atau Kang Nana, saat diwawancarai awak media Link Bisnis di kantornya (8/12).

 

“Oleh karena itu,” tegasnya, “dari hasil reses ini, saya menyimpulkan akan melakukan suatu program khusus bagi kelompok tersebut, sebagai  solusi tepat guna, yaitu mengusulkan kepada pemerintah untuk menurunkan paket mesin alat produksi pemocel biji-biji kopi, yang difokuskan pengeleloannya kepada BUMDES setempat.”

 

“Jadi hasil panen dari para petani di wilayah tersebut langsung dijual ke BUMDES, kemudian BUMDES memproduksi, mengolah dan mendistribusikan hasil  produksinya ke pasar luas, agar sirkulasi usaha dan kegiatan ekonomi rakyat tersebut, khususnya pertanian kopi bisa berjalan baik dan lancar.” Tandasnya. (Ubes Nur Islam)

 

Tuesday, May 2, 2017

Hari May Day di Jakarta Rusuh, Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok-Djarot


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Jupan Royter mengungkapkan, aksi pembakaran bunga untuk Ahok-Djarot dilakukan secara spontan.
“Mereka melakukannya secara spontanitas, Mungkin mereka menganggap kenapa karangan bunga tersebut tidak dibereskan. Akhirnya mereka (Massa Buruh) membersihkannya,” kata Jupan.
Aksi pembakaran karangan bunga tersebut dilakukan saat massa buruh tengah menggelar peringatan hari buruh di Ibukota.
Beredar kabar, Sebelumnya massa buruh diperintahkan untuk membakar sejumlah karangan bunga yang diperuntukkan bagi Ahok-Djarot yang berada di sekitar Balaikota.
Usai melakukan pembakaran karangan bunga di Balaikota, massa buruh kemudian meminta maaf.
“Ketua FSP LEM SPSI sudah minta maaf,” tandas Jupan.
Jupan mengungkapkan alasan buruh membakar karangan bunga itu. Sebelumnya kata dia, beberapa anggota Satpol PP sempat mencegah aksi pembakaran tersebut.

Sesaat kemudian, Tim dari Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Jakarta dengan dibantu petugas Satpol PP segera membersihkan sisa karangan bunga yang masih terbakar di jalanan. (bes)

LSM Lodaya Jabar Banten Siap Bakar Gedung Kejari Karawang, Bila Kasus Korupsi PDAM Stagnan



Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya Jabar Banten mengancam akan membakar kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang, jika kasus korupsi PDAM yang dilaporkannya tidak segera ditindak lanjuti.


Hal tersebut, dilontarkan Ketua Umum LSM Lodaya Jabar Banten, Nace Permana, saat menggelar aksi bersama puluhan Balad Lodaya di halaman kantor Kejaksaan Negeri Karawang, Kamis pagi (27/4/17).
Pria yang sering mengenakan pakaian adat Sunda tersebut berang, saat mendapati aksinya tidak direspon baik pihak Kejari Karawang. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya satupun pejabat Kejaksaan yang menemui massa aksi.
“Kami akan mengusir pegawai Kejaksaan yang tidak amanah dengan hukum dan keadilan, ” kata nace.
Menurut Nace, ada dugaan kuat jika secara lembaga, Kejaksaan Negeri Karawang telah menikmati uang korupsi dari PDAM Karawang. Dua kasus korupsi PDAM yang telah kami laporkan, yakni pengadaan mesin (Uppriting) untuk PDAM di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur senilai Rp4,5 milyar dan permintaan penghapusan piutang dari tunggakan konsumen senilai Rp22 milyar, ” ujar Nace saat diwawancarai sejumlah wartawan.
Dari dua kasus korupsi PDAM yang ditangani Kejari Karawang, tandas Nace, ada kekisruhan yang terjadi antar pejabat di Kejari setempat. Misalnya, Kasie Intel menginginkan kasus uppriting saja yang diangkat, sementara Kasie Pidsus menginginkan sebaliknya, yakni kasus penghapusan piutang atas tunggakan konsumen, padahal kedua-duanya harus diangkat, ” jelas dia.
Jika Kasie Pidsus Kejari Karawang (Titin Herawati Utara), telah menikmati uang korupsi dari pengadaan mesin PDAM di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur. Semalam Kasie Pidsus menelphon saya, dia meminta supaya kasus uppriting tidak diangkat, sementara pada kasus tersebut sangat kentara, jika pengadaan mesin untuk PDAM dilakukan sebelum ada lelang tender, ini kan bertabrakan dengan permen no 54, kenapa dia takut mengangkat kedua-duanya” jelas Nace.
Nace menambahkan, pada kasus permohonan penghapusan piutang PDAM terhadap tunggakan konsumen senilai Rp22 milyar, menurut dia sangat tidak beralasan. Menurutnya, hal itu tidak mungkin terjadi, karena setiap konsumen yang menunggak 3 bulan berturut-turut, pihak PDAM langsung melakukan tindakan pencabutan kepada pelanggan.
“Jika pelanggan PDAM menunggak 3 bulan berturut-turut, pasti ada tindakan pencabutan, “tandasnya
Nace mengancam akan membakar kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang, jika tidak ada i’tikad baik dari para pimpinan penyelenggara hukum tersebut.
“Bila perlu kami akan bakar kantor ini, karena mereka digaji oleh negara untuk menegakkan hukum dan keadilan. Kami juga mencium banyak oknum Jaksa yang keliling ke setiap kantor Dinas Pemkab Karawang untuk minta jatah proyek APBD, dan kami tidak takut dengan penjara ” tantang nace.
Kedatangan massa Lodaya Jabar Banten ke kantor Kejaksaan Negeri Karawang akhirnya diterima tiga pegawai setingkat kasubag, yang mengaku diperintahkan Kajari untuk menemui massa aksi tersebut.

“Kami bertiga diperintahkan pak Kajari untuk menemui Balad Lodaya, karena hari ini semua pejabat Kejari Karawang sedang tidak berada di kantor. Pak Kajari sedang ada tugas luar ke Bandung, Kasie Intel sedang ke Jakarta, sementara Kasie Pidsus baru saja keluar, “kata frans, salah satu jaksa fungsional di kantor Kejari Karawang. (bes)

Monday, April 10, 2017

KHUTBAH RASULULLAH SAW PADA SAAT TERJADI GERHANA


LazuardiNews-  Berikut ini khutbah rasululullah saw yang diungkap pada saat setelah ada   dan menyaksilan gerhana matahari atau bulan. 

“Sesungguhnya terjadinya gerha-na matahari atau bulan merupa-kan ayat-ayat kekuasan Allah atas alam semesta. Keduanya tidak terjadi disebab-kan karena kelahiran atau kematian seseo-rang. Jika kalian melihat salah satu dari gerhana, maka segera-lah menuju dan melakukan sholat gerhana, kemudian berzi-kir, berdo’a, dan memohon ampun.”

Kemudian beliau bersabda: “Wahai umat Muhammad SAW, ketahuilah tidak seorang pun yang lebih cemburu dari Allah ketika melihat hamba-Nya, lelaki atau wanita yang berbuat zina. Adakah kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian sedikit tertaw atu banyak menangis.”

Kemudian beliau bersabda; “Tidak sesuatu apapun yang di-janjikan Allah kepada kalian melainkan telah diperlihatkan kepadaku dalam sholatku ini. Dan diberitahukan kepadaku pula, bahwa kalian akan dicoba sebentar dalam kubur kalian masing-masing atau dicoba dengan Dajjal.”

Kemudian beliau menyuruh me-reka berlindung dari siksa kubur. Beliau SAW bersabda: “Telah diperlihatkan kepadaku api neraka yang sedang bergejolak sampai kalian lihat, aku mundur dalam sholatku, karena aku takut tersentuh oleh apinya. Dan aku melihat di dalamnya Amru bin Luhai sedang menyeret ususnya di dalam api neraka. Dan diperlihatkan pula kepadaku seorang wanita yang telah menyebabkan kematian seekor kucing, karena ia tak mem-berikan makan dan tidak pula melepaskannya untuk mencari makanan di muka bumi. Kemudian diperlihatkan kepada-ku surga, sampai kalian lihat aku maju dalam sholatku, sampai aku tiba di tempatku semula, kemudian aku ulurkan tanganku untuk memetik salah satu buah-buahan surga agar kalian bisa melihatnya. Tetapi tiba-tiba aku merasa tidak ingin melaku-kannya.”

MAKNA DAN HIKMAH

Dalam feomena rabbaniyah rasulullah tersebut di atas ter-lihat beberapa pelajaran dan hikmah bagi kita, antara lain:

1) bahwa Rasululah melakukan sholat mencapai titik alam rabbaniyah yang amat tinggi, sehingga alam ulya dan alam sufla terlihat amat jelas. Inilah sebuah tauladan, bagaimana kita sholat khusyu seperti yang di-gambaran Rasulullah, bahwa beliau di saat sholat menda-patkan pengalaman dan penge-tahuan ilmu yang amal luar biasa.

2) fenomena gerhana bukan sebuah tanda kejadian mati atau lahirnya seorang anak manusia, tetapi terjadinya karena ke-kuasaan Allah yang amat luar biasa. Ini juga isyarat, bahwa manusia pada umumnya meng-alami konplik dalam kejiwaannya seperti keadaan gerhana yang tengah terjadi. Fenomena gerha-na adalah simbolik dari situasi fenomena pribadi diri / kepri-badian manusia pada umumnya, dimana kita sering terjadi konflik batin, antara jasmani dan ruhani kita, ia merupakan gambaran hati dari diri kita. Benarkan ada gerhana dalam diri kita. Seba-gaimana gambar fenomena rabbani yang diperlihatkan kepada Rasulullah.

3) pada saat fenomena tengah terjadi (baik fenomena alam dunia makro, maupun fenomena mikro alam tubuh, jiwa, hati, pikiran, anggota tubuh, dll) me-rupakan tanda, agar kita segera beraksi, segeralah menuju dan melakukan ibadah, sholat khu-sus, sholat gerhana, sholat hajat, kemudian berzikir, ber-do’a, dan memohon ampun.

4) jika Rosulullah itu hamba Allah yang dima’shum, terbebas dari dosa, maka beliau melihat azab dan siksa neraka karena kesa-lahan dan dosa yang dilakukan ummatnya, seperti gambaran dalam hadits tersebut. Jika kita sendiri, gambaran apa yang di-sebabkan perbuatan dosa dan kesalahan kita? Maka, tampilan perbuatan dosa seharusnya membuat diri kita sadar untuk segera bertaubat kepada Allah.

5) setiap pebuatan baik, tidak akan disia-siakan oleh Allah, bahkan akan dibalas dengan ke-baikan dan pahala yang brlipat ganda, dan sebaliknya setiap perbuatan buruk, jangankan kepada orang perorang, kepada binatang sekalipun akan ada perhitungannya.

Rasulullah melihat prilaku Amru bin Luhai (seorang reformasi pembuat ide penyembahan berhala di kalangan Jahiliyah Makkah, seperti Musa As-Samiri di negri bani Israil di zaman Nabi Musa) dan wanita yang telah menyebabkan kematian seekor kucing.

6) dalam setiap ada gerhana atau konplik dalam diri pribadi hendaknya kita waspada dan berlindung kepada Allah dari ke-burukan fenomena yang terjadi, seperti diisyarakatkan Rasul, agar kita berlindung dari azab kubur dan fitnah Dajjal. Azab Kubur adalah poto kopi kehi-dupan akhirat nanti, jika dalam kubur mengalami masalah dan konplik, apalagi di akhirat. Begitu juga Dajjal, dia adalah makhluk simbolik sebagai penggoda untuk mengahancurkan keimanan dan keislaman orang muslim se-belum kematiannya, baik kema-tian karena ajalnya atau karena dekat datangnya kiamat, ia bekerja sama dengan syetan mencari mangsa manusia untuk terjerumus dalam dosa dan kekufuran.

7) Fenomena gerhana mengi-ngatkan kita terjadinya keda-tangan hari kiamat. Oleh karena itu Rasulullah SAW, secara refleks menyuruh umatnya ber-segera mendatangi tempat iba-dah masjid dan menasehati agar ummat sadar akan perbuatan baik buruk amalnya, sadar akan kewajibannya, sadar akan dosa-dosanya dan kesalahannya, sadar akan solusi apa yang harus dilakukannya, dengan cara ber-zikir, berdo’a, bertaubat, dan isti’adzah kepada Allah.

8) Allah cemburu kepada hambanya, baik laki-laki maupun wanita, pada saat ia melakukan per-zinah-an, karena hamba2 ini (yg berzina) menjauhi Allah dan ia lebih menyenangi nafsu birahinya, padahal Allah sangat Sayang dan Mencintai hamba2 tersebut, mengapa ia tidak men-dekati dan mencintai Allah. (Kemudian beliau Nabi SAW bersabda: “Wahai umat Muhammad SAW, ketahuilah tidak seorang pun yang lebih cemburu dari Allah ketika melihat hamba-Nya, lelaki atau wanita yang berbuat zina. Adakah kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian sedikit tertawa atau banyak menangis.”)(Ubes dari berbagai sumber)