“Sesungguhnya terjadinya gerha-na matahari atau bulan merupa-kan
ayat-ayat kekuasan Allah atas alam semesta. Keduanya tidak terjadi disebab-kan
karena kelahiran atau kematian seseo-rang. Jika kalian melihat salah satu dari
gerhana, maka segera-lah menuju dan melakukan sholat gerhana, kemudian berzi-kir,
berdo’a, dan memohon ampun.”
Kemudian beliau bersabda: “Wahai umat Muhammad SAW, ketahuilah tidak
seorang pun yang lebih cemburu dari Allah ketika melihat hamba-Nya, lelaki atau
wanita yang berbuat zina. Adakah kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti
kalian sedikit tertaw atu banyak menangis.”
Kemudian beliau bersabda; “Tidak sesuatu apapun yang di-janjikan Allah
kepada kalian melainkan telah diperlihatkan kepadaku dalam sholatku ini. Dan
diberitahukan kepadaku pula, bahwa kalian akan dicoba sebentar dalam kubur
kalian masing-masing atau dicoba dengan Dajjal.”
Kemudian beliau menyuruh me-reka berlindung dari siksa kubur. Beliau
SAW bersabda: “Telah diperlihatkan kepadaku api neraka yang sedang bergejolak
sampai kalian lihat, aku mundur dalam sholatku, karena aku takut tersentuh oleh
apinya. Dan aku melihat di dalamnya Amru bin Luhai sedang menyeret ususnya di
dalam api neraka. Dan diperlihatkan pula kepadaku seorang wanita yang telah
menyebabkan kematian seekor kucing, karena ia tak mem-berikan makan dan tidak
pula melepaskannya untuk mencari makanan di muka bumi. Kemudian diperlihatkan
kepada-ku surga, sampai kalian lihat aku maju dalam sholatku, sampai aku tiba
di tempatku semula, kemudian aku ulurkan tanganku untuk memetik salah satu
buah-buahan surga agar kalian bisa melihatnya. Tetapi tiba-tiba aku merasa
tidak ingin melaku-kannya.”
MAKNA DAN HIKMAH
Dalam
feomena rabbaniyah rasulullah tersebut di atas ter-lihat beberapa pelajaran dan
hikmah bagi kita, antara lain:
1)
bahwa Rasululah melakukan sholat mencapai titik alam rabbaniyah yang amat
tinggi, sehingga alam ulya dan alam sufla terlihat amat jelas. Inilah sebuah
tauladan, bagaimana kita sholat khusyu seperti yang di-gambaran Rasulullah,
bahwa beliau di saat sholat menda-patkan pengalaman dan penge-tahuan ilmu yang
amal luar biasa.
2)
fenomena gerhana bukan sebuah tanda kejadian mati atau lahirnya seorang anak
manusia, tetapi terjadinya karena ke-kuasaan Allah yang amat luar biasa. Ini
juga isyarat, bahwa manusia pada umumnya meng-alami konplik dalam kejiwaannya
seperti keadaan gerhana yang tengah terjadi. Fenomena gerha-na adalah simbolik
dari situasi fenomena pribadi diri / kepri-badian manusia pada umumnya, dimana
kita sering terjadi konflik batin, antara jasmani dan ruhani kita, ia merupakan
gambaran hati dari diri kita. Benarkan ada gerhana dalam diri kita. Seba-gaimana
gambar fenomena rabbani yang diperlihatkan kepada Rasulullah.
3)
pada saat fenomena tengah terjadi (baik fenomena alam dunia makro, maupun
fenomena mikro alam tubuh, jiwa, hati, pikiran, anggota tubuh, dll) me-rupakan
tanda, agar kita segera beraksi, segeralah menuju dan melakukan ibadah, sholat
khu-sus, sholat gerhana, sholat hajat, kemudian berzikir, ber-do’a, dan memohon
ampun.
4)
jika Rosulullah itu hamba Allah yang dima’shum, terbebas dari dosa, maka beliau
melihat azab dan siksa neraka karena kesa-lahan dan dosa yang dilakukan
ummatnya, seperti gambaran dalam hadits tersebut. Jika kita sendiri, gambaran
apa yang di-sebabkan perbuatan dosa dan kesalahan kita? Maka, tampilan
perbuatan dosa seharusnya membuat diri kita sadar untuk segera bertaubat kepada
Allah.
5)
setiap pebuatan baik, tidak akan disia-siakan oleh Allah, bahkan akan dibalas
dengan ke-baikan dan pahala yang brlipat ganda, dan sebaliknya setiap perbuatan
buruk, jangankan kepada orang perorang, kepada binatang sekalipun akan ada
perhitungannya.
Rasulullah
melihat prilaku Amru bin Luhai (seorang reformasi pembuat ide penyembahan
berhala di kalangan Jahiliyah Makkah, seperti Musa As-Samiri di negri bani
Israil di zaman Nabi Musa) dan wanita yang telah menyebabkan kematian seekor
kucing.
6)
dalam setiap ada gerhana atau konplik dalam diri pribadi hendaknya kita waspada
dan berlindung kepada Allah dari ke-burukan fenomena yang terjadi, seperti
diisyarakatkan Rasul, agar kita berlindung dari azab kubur dan fitnah Dajjal.
Azab Kubur adalah poto kopi kehi-dupan akhirat nanti, jika dalam kubur
mengalami masalah dan konplik, apalagi di akhirat. Begitu juga Dajjal, dia
adalah makhluk simbolik sebagai penggoda untuk mengahancurkan keimanan dan
keislaman orang muslim se-belum kematiannya, baik kema-tian karena ajalnya atau
karena dekat datangnya kiamat, ia bekerja sama dengan syetan mencari mangsa
manusia untuk terjerumus dalam dosa dan kekufuran.
7)
Fenomena gerhana mengi-ngatkan kita terjadinya keda-tangan hari kiamat. Oleh
karena itu Rasulullah SAW, secara refleks menyuruh umatnya ber-segera
mendatangi tempat iba-dah masjid dan menasehati agar ummat sadar akan perbuatan
baik buruk amalnya, sadar akan kewajibannya, sadar akan dosa-dosanya dan
kesalahannya, sadar akan solusi apa yang harus dilakukannya, dengan cara ber-zikir,
berdo’a, bertaubat, dan isti’adzah kepada Allah.
8)
Allah cemburu kepada hambanya, baik laki-laki maupun wanita, pada saat ia
melakukan per-zinah-an, karena hamba2 ini (yg berzina) menjauhi Allah dan ia
lebih menyenangi nafsu birahinya, padahal Allah sangat Sayang dan Mencintai
hamba2 tersebut, mengapa ia tidak men-dekati dan mencintai Allah. (Kemudian
beliau Nabi SAW bersabda: “Wahai umat Muhammad SAW, ketahuilah tidak seorang
pun yang lebih cemburu dari Allah ketika melihat hamba-Nya, lelaki atau wanita
yang berbuat zina. Adakah kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian
sedikit tertawa atau banyak menangis.”)(Ubes dari berbagai sumber)