LazuardiNews -Pada
Sabtu (1/4), sekitar pukul 07.30 WIB, di Dukuh Tangkil terjadi bencana tanah
longsor yang titik awal berada di lereng Gunung Gede. Dukuh Tangkil, adalah
satu di antara empat dukuh atau sebutan lainnya dusun yang berada di dalam Desa
Banaran, di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tiga dukuh
lainnya adalah Dukuh Krajan, Dukuh Gondang Sari dan Dukuh Suro.
Longsorannya berdampak pada rumah warga di dukuh
lainnya, terutama Dukuh Krajan yang ujung "lidah" tanah berhenti
tepat di sana.
Sebagian wilayah Dukuh Tangkil-pun hanya dalam hitungan detik lenyap dan berubah menjadi timbunan tanah gunung. sebanyak 30 lebih rumah tertimbun, dan 28 orang di antaranya dinyatakan hilang.
Sungai yang biasanya jernih dan menjadi salah satu wahana wisata air berubah menjadi air bah dengan membawa lumpur. Begitu juga jalan-jalan akses yang menghubungkan satu dukuh ke dukuh lainnya.
Jalanan di sana, selain sempit karena luasnya tidak lebih dari tiga meter dan memaksa mobil yang berpapasan harus berhenti satu terlebih dahulu, juga naik-turun.
Wajar memang karena di sana merupakan area pegunungan yang kanan dan kirinya lereng dan sawah. Jika belum berpengalaman berkendara di area seperti itu, disarankan tak melintas karena tanjakan maupun turunannya ada yang mencapai 30 derajat.
Sempitnya akses menjadi salah satu kendala susahnya memasukkan alat berat titik bencana. Hingga saat ini, sembilan eskavator dikerahkan dan dibantu peralatan manual lainnya seperti sekrop, cangkul dan lainnya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan anggota BPBD beberapa kabupaten/kota, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai organisasi setiap harinya berjibaku dengan timbunan tanah.
Setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB, ratusan (bahkan saat ini seribu lebih orang relawan), mulai bertugas dan baru selesai pada pukul 16.00 WIB.
"Setiap hari seperti itu, kemudian evaluasi hingga pukul 17.00 WIB. Tim bertugas bergantian saat istirahat. Tapi jika siang cuacanya hujan dan kondisinya tak memungkinkan maka dihentikan sementara," ujar Komandan Sektor C Kapten Inf Catur Margo. (Dilansir dari ANTARA News)
0 comments :
Post a Comment