LazuardiNews-Parlemen
Spanyol 3 Desember lalu bertamu ke Komisi I DPR RI di Senayan. Mereka menemui
Mahfudz Siddik, Ketua Komisi I, yang didampingi oleh wakil-wakilnya, Asril
Hamzah Tandjung dan Hanafi Rais.
Perwakilan Spanyol dan perwakilan Indonesia sama-sama berasal
dari Komisi I parlemen. Anggota komisi Spanyol yang datang ke Indonesia berasal
dari berbagai macam latar belakang.
Hadir juga Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, yang berasal
dari partai pemenang pemilu, People’s Party. Sejak th 2012, People’s Party
adalah partai penguasa di Spanyol dan mendapat 166 kursi di parlemen, yang satu
pertiganya merupakan perempuan.
Tujuan utama kunjungan ini adalah
mempererat hubungan bilateral. Hubungan antara Indonesia dengan Spanyol
saat ini sudah cukup banyak. Dalam bidang kebudayaan contohnya, pertukaran
turis, baik dari Indonesia ke Spanyol maupun dari Spanyol ke Indonesia
berjumlah sekitar 60.000 orang setiap tahun. Jumlah ini sangat banyak.
Spanyol juga bekerjasama dengan Universitas Trisakti untuk
menyediakan kursus bahasa Spanyol dan tes profisiensi bahasa spanyol melalui
lembaga milik spanyol, Instituto Cervantes de Aula.
Spanyol berharap kedua negara bisa lebih meningkatkan
kerjasama di bidang industri. Produk-produk hasil industri kecil dan menengah
Spanyol yang sedang tumbuh, diharapkan bisa masuk pasar Indonesia. Sebaliknya,
Indonesia berencana belajar banyak dari industri penghasil infrastruktur,
lingkungan hidup, pengelolaan air dan limbah yang sangat maju di Spanyol.
Komisi I menyatakan sangat menghargai dukungan Kerajaan
Spanyol saat bantuan penanggulangan bencana tsunami di Aceh tahun 2004. Saat
Tsunami menghantam Aceh pada tahun 2004, Kerajaan Spanyol membentuk oprasi
Respuestasolidaria (ungkapan Solidaritas) dan mengirimkan 594 anggota militer,
satu kapal amfibi, pesawat Herules, tim medis, pemadam kebakaran dan tim teknik
bangunan.
Mahfudz menjelaskan, pada periode 2014-2009, Indonesia akan
memfokuskan pembangunan ke bagian timur Indonesia. Menurutnya, wilayah timur
kaya potensi kelautan, perikanan, rempah-rempah, migas, dan turisme. Dengan
sedikit bercanda, Komisi I mengajak perwakilan parlemen Kerajaan Spanyol untuk
berkunjung ke Indonesia Timur. Raja ampat di papua barat.
Walaupun saat ini Indonesia sudah memiliki hubungan
kerjasama antara Dirgantara Indonesia dan Spain Military Airbus dalam
meluncurkan pesawat NC212, versi lanjut dari pesawat C212-400, pesawat ringan
dengan sistem baru avionik dan sistem autopilot yang telah ditingkatkan, Komisi
I berharap agar hubungan ini akan lebih ditingkatkan dalam bidang perhubungan
dan perkapalan.
Indonesia juga butuh banyak belajar dari Spanyol berhubungan
dengan energi baru dan terbarukan, yang merupakan industri yang sangat maju di
Spanyol.
Prioritas perkembangan dan pertumbuhan pembangunan Indonesia
saat ini memang sedang dalam proses untuk memajukan bidang ini, karena
Indonesia telah mengalami defisit pemenuhan energi dalam negri 10 tahun ke
belakang. Maka itu, sangatlah penting untuk mencari energi alternatif.

0 comments :
Post a Comment